LHOKSEUMAWE – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Lhokseumawe, Zakaria, SKM., M.Kes., menghadiri kegiatan Sarasehan Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba bagi Generasi Muda Aceh yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kota Lhokseumawe.
Kehadiran Zakaria dalam kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah langsung Wali Kota Lhokseumawe, Dr. H. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Lhokseumawe terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Kegiatan yang mengusung tema “Pendidikan Karakter, Spiritual dan Literasi Digital, Memperkuat Pilar Ketahanan Generasi Bangsa terhadap Narkoba” ini diselenggarakan melalui kerja sama Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Anggota Komisi III DPR RI, Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si., serta melibatkan unsur pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe menegaskan bahwa penanganan permasalahan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak. Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan generasi muda.
Ia berharap kegiatan sarasehan tersebut dapat memberikan semangat dan pendekatan baru dalam memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran narkoba, khususnya di Kota Lhokseumawe.
Brigjen Dedi Tabrani: Peredaran Narkoba Mengancam Keutuhan Bangsa
Salah satu pemateri, Brigjen Dedi Tabrani, menyampaikan bahwa bahaya peredaran narkoba telah menjalar ke seluruh lini masyarakat dan menjadi ancaman serius yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Menurut materi yang disampaikan, peredaran narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan dan keselamatan individu, tetapi juga mengancam keutuhan negara, bangsa, dan agama. Dampak yang ditimbulkan dapat merusak kehidupan keluarga, melemahkan kualitas sumber daya manusia, serta mengganggu ketahanan sosial masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini. Upaya tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, pengawasan lingkungan, penguatan nilai-nilai moral dan spiritual, serta kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si.: Pendidikan Karakter, Spiritual, dan Literasi Digital
Pemateri selanjutnya, Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si., membawakan materi mengenai pentingnya pendidikan karakter, penguatan spiritual, dan literasi digital sebagai pilar dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
Dalam pemaparannya, ia menyoroti berbagai risiko yang dapat memengaruhi kehidupan generasi muda, di antaranya tekanan akademik, konflik keluarga, perundungan, pengaruh teman sebaya, serta paparan digital yang tidak sehat. Berbagai faktor tersebut perlu mendapatkan perhatian karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, perilaku, dan pengambilan keputusan generasi muda.
Karena itu, pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui larangan dan penindakan. Generasi muda juga perlu dibekali dengan karakter yang kuat, landasan spiritual yang baik, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan dalam memilah informasi dan menghadapi pengaruh negatif di lingkungan sosial maupun ruang digital.
Nasir Djamil juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dapat berjalan secara efektif. Menurut materi yang disampaikan, keberhasilan upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur yang saling mendukung dalam satu ekosistem. Kolaborasi tersebut meliputi lima unsur utama, yaitu:
- Keluarga, melalui komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, keteladanan, serta penciptaan suasana keluarga yang harmonis sebagai fondasi pembentukan karakter.
- Sekolah, dengan membangun lingkungan pendidikan yang aman, menyediakan konseling, serta menyiapkan mekanisme rujukan bagi peserta didik yang membutuhkan pendampingan.
- Komunitas, melalui kegiatan positif, pembinaan, dan pendampingan yang dapat memperkuat keterlibatan generasi muda dalam lingkungan sosial yang sehat.
- BNN dan pemerintah daerah, melalui edukasi berbasis bukti, koordinasi program, serta penguatan langkah pencegahan dan penanganan narkoba secara terpadu.
- Layanan pemulihan, melalui deteksi dini, asesmen, rehabilitasi, dan dukungan berkelanjutan bagi individu yang membutuhkan pertolongan.
Kelima unsur tersebut diharapkan dapat bergerak secara terpadu sehingga upaya P4GN tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan pencegahan, perlindungan, pendampingan, dan pemulihan.
Materi sarasehan turut disampaikan oleh Dr. Irwan Saputra, S.Kep., MKM., yang memberikan pemaparan terkait penguatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Kesbangpol Dukung Penguatan Ketahanan Generasi Muda
Kota Lhokseumawe sebagai kota jasa dan pendidikan memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama melalui langkah pencegahan yang berkelanjutan, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan ketahanan sosial di lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Kehadiran Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan wawasan kebangsaan, ketahanan masyarakat, serta perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba.
Melalui kegiatan sarasehan tersebut, diharapkan terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, BNN, DPR RI, lembaga pendidikan, keluarga, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Lhokseumawe yang aman, sehat, serta terlindungi dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan bangsa, membangun karakter generasi muda, dan mewujudkan masyarakat yang berdaya tahan terhadap ancaman narkoba.
Editor: Teuku Noval
