Lhokseumawe — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Lhokseumawe menghadiri kegiatan Festival Seni dan Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Museum Kota Lhokseumawe yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Museum Kota Lhokseumawe.
Kehadiran Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama, Fitriah, SE., atas arahan langsung Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe, Zakaria, SKM., M.Kes. Kegiatan ini mengusung tema “Menghidupkan Sejarah dan Melestarikan Budaya Lokal” sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan kebudayaan daerah, khususnya di kalangan generasi muda.

Festival Seni dan Budaya tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini turut menampilkan lima stan yang mewakili kecamatan di Kota Lhokseumawe. Setiap stan menampilkan berbagai hasil kerajinan tangan dan karya seni yang dibuat oleh siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kota Lhokseumawe.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mengembangkan, dan mengekspresikan kreativitas seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Melalui keterlibatan pelajar, nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe, pelestarian seni dan budaya memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang ideologi, wawasan kebangsaan, dan ketahanan ekonomi, sosial, budaya dan agama. Kebudayaan lokal merupakan bagian dari identitas bangsa yang dapat menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta tanah air, memperkuat jati diri kebangsaan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai terhadap keberagaman budaya di tengah masyarakat.
Dari perspektif Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, pengenalan sejarah dan budaya daerah dapat mendukung penanaman nilai-nilai Pancasila, khususnya penghargaan terhadap keberagaman, semangat persatuan, dan kebanggaan terhadap identitas bangsa Indonesia. Sementara itu, dari aspek sosial dan budaya, pelestarian kearifan lokal turut mendukung penguatan karakter masyarakat, menjaga warisan budaya, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe memandang bahwa upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa tidak hanya dilakukan melalui kegiatan formal kebangsaan, tetapi juga dapat didukung melalui kegiatan pendidikan, seni, budaya, dan pelestarian sejarah yang melibatkan masyarakat serta generasi muda.

Melalui kehadiran dalam kegiatan ini, Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe berharap semangat mencintai budaya lokal dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Lhokseumawe berkomitmen mendukung upaya penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta ketahanan sosial dan budaya sebagai bagian dari pembangunan kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan berkarakter kebangsaan.
Editor: Teuku Noval
