Lhokseumawe – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Lhokseumawe melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Road Show Pasar Tani Aceh 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kota Lhokseumawe, Rabu (8/7/2026), di Lapangan SD Negeri 12 Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Pengawasan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan, sekaligus memastikan aktivitas jual beli antara petani, pelaku UMKM, dan masyarakat berjalan dengan aman, tertib, serta lancar.
Pengawasan kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe, Munawar Faiza, S.IP, sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Aceh dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi. Arahan tersebut ditindaklanjuti oleh Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Zakaria, SKM., M.Kes, bersama tim dengan melakukan pemantauan secara langsung di lokasi kegiatan. Selain memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung kondusif, tim juga melakukan monitoring terhadap kondisi keamanan, ketertiban masyarakat, serta mengantisipasi potensi gangguan yang dapat menghambat kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan Road Show Pasar Tani Aceh 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kota Lhokseumawe, Cut Elyana Safitri, SKH., M.S.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok, hasil pertanian segar, produk perkebunan, hingga aneka produk unggulan UMKM dengan harga yang lebih terjangkau.
Beliau menjelaskan bahwa berbagai komoditas yang dipasarkan meliputi sayur-sayuran segar, buah-buahan, telur ayam, bumbu dapur, sembako, gas LPG 3 kilogram, pupuk dan bibit tanaman, makanan serta minuman, hingga beragam produk olahan UMKM. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat membeli kebutuhan secara langsung dari petani dan pelaku UMKM sehingga harga yang diperoleh lebih ekonomis, sementara para petani dan pelaku usaha juga memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.
Pelaksanaan Road Show Pasar Tani Aceh 2026 merupakan bagian dari arahan Gubernur Aceh dalam rangka mendukung pengendalian inflasi serta pemulihan ekonomi pascabencana. Tahun 2026 merupakan penyelenggaraan kedua Road Show Pasar Tani di Kota Lhokseumawe. Sebanyak 30 petani dan pelaku UMKM turut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai produk unggulan hasil pertanian, perkebunan, dan olahan pangan lokal.
Seluruh peserta dari Kota Lhokseumawe dikoordinasikan oleh DKPP Kota Lhokseumawe sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan petani lokal, memperluas akses pemasaran produk daerah, serta memperkuat hubungan antara produsen dan konsumen melalui transaksi secara langsung tanpa perantara.
Kehadiran Pasar Tani ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Selain memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih hemat dan terjangkau, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat. Interaksi langsung antara penjual dan pembeli diharapkan mampu memperkuat daya saing petani dan pelaku UMKM sehingga dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pelaksanaan Road Show Pasar Tani Aceh 2026, sejumlah komoditas dijual dengan harga yang lebih terjangkau sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, di antaranya:
- Telur ayam: Rp43.000–Rp45.000 per papan
- Beras 5 kilogram: Rp60.000
- Minyakita 2 liter: Rp30.000
- Gas LPG 3 kilogram: Rp18.000
Melalui kegiatan pengawasan yang dilakukan, Badan Kesbangpol Kota Lhokseumawe berharap pelaksanaan Road Show Pasar Tani Aceh 2026 dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif, sehingga tujuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mendukung kesejahteraan petani dan pelaku UMKM, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dapat tercapai secara optimal melalui sinergi seluruh pihak yang terlibat.
Editor: Teuku Noval
