Kesbangpol Lhokseumawe Hadiri Rapat Koordinasi Layanan Kesehatan dan Penanganan KBG bagi Pengungsi Rohingya

Lhokseumawe, 18 September 2026 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Lhokseumawe menghadiri Rapat Koordinasi Sub Klaster Kesehatan dan Reproduksi (Kespro) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Lhokseumawe, yang dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026, bertempat di Opproom Setdako Lhokseumawe.

Dalam kegiatan tersebut, Kesbangpol Kota Lhokseumawe diwakili oleh Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Zakaria, SKM., M.Kes.

Rapat koordinasi ini diselenggarakan oleh Lembaga Resiliensi Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui MDMC, bersama UNFPA, sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan reproduksi serta penanganan kekerasan berbasis gender (KBG) bagi pengungsi Rohingya di Kota Lhokseumawe.

Kegiatan diikuti oleh sejumlah unsur dan lembaga terkait, di antaranya Pemerintah Kota Lhokseumawe, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Imigrasi, UPTD PPA, PMI, UNHCR, IOM, organisasi kemanusiaan, serta lembaga dan mitra lainnya.

Dalam agenda tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan aktivitas program MDMC, arahan dan tanggapan Pemerintah Kota Lhokseumawe, pembaruan layanan kesehatan reproduksi bagi pengungsi Rohingya, serta pembaruan layanan penanganan kekerasan berbasis gender. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan penyusunan rencana tindak lanjut.

Kehadiran Kesbangpol Kota Lhokseumawe dalam forum tersebut merupakan bagian dari koordinasi lintas sektor dalam rangka mendukung penanganan pengungsi, penguatan kewaspadaan nasional, serta terciptanya koordinasi yang baik antarinstansi dalam menjaga kondisi sosial dan keamanan di wilayah Kota Lhokseumawe.

Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan penanganan permasalahan yang berkaitan dengan pengungsi Rohingya dapat dilakukan secara terpadu, terkoordinasi, dan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan serta kondisi sosial masyarakat setempat.


Editor: Teuku Noval