BNN Gelar Pembinaan Penggiat P4GN, Kabid. Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Lhokseumawe Jadi Pemateri

Badan Narkotika Nasional menggelar kegiatan pembinaan bertajuk “Pengembangan Karakter Individu sebagai Penggiat P4GN di Lingkungan Komunitas Masyarakat” pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Lhokseumawe, yaitu Zakaria, SKM., M.Kes.

Dalam materinya, Zakaria, SKM., M.Kes selaku Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa penggiat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman narkoba.

Menurutnya, penggiat P4GN bukan hanya sekadar relawan biasa, tetapi merupakan “vaksinator sosial” yang bertugas menanamkan kekebalan moral dan ketahanan psikologis masyarakat agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

“Pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba harus dirangkul dan dipulihkan melalui rehabilitasi, sedangkan bandar dan pengedar merupakan musuh bersama yang harus ditindak tegas sesuai hukum,” ujar Zakaria.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai budaya kerja penggiat P4GN yang meliputi kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas, berintegritas, dan kerja tuntas. Selain itu, peserta dikenalkan dengan konsep Calculated Courage atau keberanian sipil yang terukur agar mampu bertindak secara aman dan strategis dalam menghadapi ancaman narkoba di lingkungan masyarakat.

Materi pembinaan turut menekankan nilai karakter “PATRIOT”, yaitu Peduli, Asertif, Tangguh, Responsif, Integritas, Objektif, dan Terintegrasi. Nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi penggiat anti narkoba dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Zakaria juga menjelaskan bahwa penggiat P4GN memiliki fungsi strategis sebagai penyuluh, penjangkau kelompok rentan, hingga fasilitator sinergi program “Desa Bersinar” (Desa Bersih Narkoba). Melalui kerja sama dengan tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah desa, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif melalui sesi diskusi, simulasi asertif, serta pemetaan wilayah rawan narkoba guna meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian sosial masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Di akhir kegiatan, peserta diajak untuk terus memperkuat solidaritas dan kepedulian bersama dalam memerangi narkoba demi menjaga masa depan generasi bangsa.

 

Editor: Teuku Noval