Kesbangpol Kota Lhokseumawe Gelar Edukasi Kewaspadaan Digital dan Pencegahan Judi Online di Sekolah

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan edukasi bertema “Kewaspadaan Digital di Sekolah: Strategi dan Sinergi Melawan Judi Online” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya judi online yang kini semakin marak menyasar kalangan remaja dan pelajar.

Materi disampaikan oleh Zakaria, SKM., M.Kes. selaku Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik pada Kesbangpol Kota Lhokseumawe. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan remaja mudah terjerumus ke dalam praktik judi online, mulai dari pengaruh media sosial, gaya hidup instan, hingga kemudahan akses melalui telepon genggam dan dompet digital.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis dan adiksi dopamin akibat judi online yang dapat memengaruhi kontrol diri, emosi, hingga menurunkan minat belajar para pelajar.

Dalam kegiatan tersebut turut dipaparkan data statistik darurat judi online pada anak dan remaja berdasarkan data PPATK dan Satgas Judi Online Kuartal 2024, yang menunjukkan tingginya angka keterlibatan usia muda dalam aktivitas judi daring.

Kesbangpol Kota Lhokseumawe juga menekankan pentingnya deteksi dini di lingkungan sekolah dengan mengenali perubahan perilaku siswa, baik dari sisi finansial, sosial, akademik, maupun aktivitas digital. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sering meminjam uang, begadang bermain slot, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga penggunaan ponsel secara obsesif pada jam-jam tidak wajar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi antara pelajar, sekolah, dan pemerintah dalam upaya pencegahan judi online. Pihak sekolah didorong untuk aktif melakukan pembinaan dan membuka ruang pelaporan yang aman dan rahasia bagi siswa yang menemukan indikasi praktik judi online di lingkungan sekolah.

Kesbangpol Kota Lhokseumawe menegaskan bahwa upaya pencegahan judi online memerlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat demi menjaga generasi muda dari pengaruh negatif dunia digital.

 

Editor: Teuku Noval