Lhokseumawe – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh dan Kota Lhokseumawe menggelar Sosialisasi Pembauran Kebangsaan dalam Keberagaman dengan tema “Sinergi Keberagaman dan Penguatan Ekonomi Lokal melalui UMKM”, Kamis (9/10/2025), bertempat di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Lhokseumawe, Dr. Zulkifli, M.S.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembauran kebangsaan sebagai upaya menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, agama, dan etnis.
Sosialisasi ini turut menghadirkan Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Aceh, Surya Edi Rahman, S.IP., MA, yang mewakili Kepala Kesbangpol Aceh, serta narasumber Munawarsyah, SE, MM. Ketua panitia kegiatan ini adalah Fitriah, SE.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pembauran kebangsaan merupakan proses integrasi masyarakat dari berbagai latar belakang suku, ras, dan etnis melalui interaksi sosial, budaya, pendidikan, serta perekonomian guna memperkuat identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Proses ini diwujudkan melalui pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan mencegah potensi konflik sosial di daerah.
Selain fokus pada dialog kebangsaan, FPK juga berperan aktif dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM berbasis budaya lokal, seperti kerajinan tangan dan olahan makanan khas daerah yang memiliki nilai jual di pasar yang lebih luas.
Aceh sendiri memiliki 13 suku yang hidup berdampingan, sehingga toleransi dan saling menghargai menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan. Dalam forum diskusi, sejumlah peserta juga menyoroti tantangan sosial yang marak di tengah masyarakat, seperti penyalahgunaan narkotika, judi online, pergaulan bebas, serta persoalan ekonomi yang memerlukan perhatian bersama.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan harapan agar pemerintah dan masyarakat dapat terus berperan aktif dalam mewujudkan pembauran kebangsaan serta penguatan UMKM sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan menjaga keharmonisan sosial di Kota Lhokseumawe.
Editor: Teuku Noval
